| Digestive Disease Center |
|
Digestive Disease Center merupakan pelayanan terpadu penyakit hati dan saluran cerna yang dilengkapi dengan pelayanan Gastroskopi, Kolonoskopi, ERCP, Endoscopic Polipektomi, Endoscopic Skleroterapi, Ligasi Hemoklip, dan fasilitas diagnostik yaitu FibroScan.
Penanganan Penyakit Hati dan Saluran Cerna di Digestive Disease Center RS Medistra
Salah satu rumah sakit swasta rujukan di Jakarta, Rumah Sakit Medistra sudah menyiapkan pelayanan terpadu di bidang Hepato-Bilier dan Gastrointestinal yang dikepalai oleh Prof. Dr. L.A. Lesmana PhD, FACP, FACG, Sp.PD-KGEH, yang juga merupakan pakar di Indonesia khususnya untuk masalah hepatitis dan batu empedu. Pelayanan yang diberikan berkolaborasi dengan bidang radiologi diagnostik dan intervensi, dan juga bidang pembedahan (operasi). Di sini adanya unit endoskopi yang melayani prosedur diagnostik dan terapetik untuk saluran cerna atas dan bawah dan juga ERCP (Endoscopic Retrograde Cholangio-Pancreatography). Sedangkan prosedur lain di bidang penyakit hati seperti tindakan biopsi hati, aspirasi jarum halus (untuk biopsi tumor di hati dan abses hati), dan PTBD (Percutaneous Transhepatic Biliary Drainage). Salah satu unggulan dalam unit ini adalah tindakan ERCP, yaitu tehnik endoskopi yang dikenal untuk melakukan penilaian terhadap saluran empedu (bilier) dan pankreas, sekaligus melakukan terapi seperti pengambilan batu empedu pada saluran dan pemasangan stent pada striktur/penyempitan saluran empedu akibat adanya keganasan di saluran empedu atau adanya penekanan saluran empedu akibat adanya tumor di pankreas.
Tindakan ERCP dilakukan di ruang khusus dengan fluoroskopi. Sedangkan untuk struktur atau penekanan pada saluran empedu akibat tumor bisa dilakukan pemasangan stent baik yang plastik maupun yang kawat sehingga aliran empedu akan menjadi lancar kembali. Semua tindakan ini cukup dilakukan per-endoskopik saja. ![]()
Salah satu alat diagnostik yang ada di Unit Digestive Disease Center adalah Fibroscan, yaitu suatu alat yang digunakan untuk menilai sejauh mana terjadi kerusakan pada hati. Alat ini merupakan terobosan baru di bidang penyakit hati dan menjadi alternatif tindakan biopsi hati. Pemeriksaan dan interpretasi hasilnya dilakukan oleh dokter ahli penyakit hati dan ahli penyakit dalam yang telah mengikuti pelatihan di luar negeri.
Penting untuk diketahui, bahwa tehnik pengerjaan Fibroscan sangatlah mudah, bahkan lebih mudah dari pemeriksaan ultrasonografi. Juga tidak diperlukan persiapan seperti puasa. Walaupun demikian, tindakan ini harus dilakukan oleh seorang dokter spesialis penyakit dalam yang sudah mendapatkan pelatihan khusus dan menguasai penyakit hati ataupun dokter ahli penyakit hati yang juga harus mendapatkan pelatihan sebelumnya.
Fibroscan pada saat ini masih dipergunakan untuk penilaian penyakit Hepatitis C. Walaupun demikian, untuk penyakit hati lain, alat ini dapat dipergunakan bersama pemeriksaan diagnostik lain, seperti USG dan pemeriksaan laboratorium. Apabila hasil Fibroscan dinilai kurang informatif bagi pengambilan keputusan untuk pengobatan selanjutnya, maka Biopsi hati merupakan tindakan diagnostik terbaik yang masih menjadi “Golden Standard”di seluruh dunia. Biopsi hati dilakukan dengan panduan USG.
DIGESTIVE DISEASE CENTER Direct Line: (021) 521-0200 Ext: 105& 106 Information : (021) 521-0200 Ext. 101
|
